ORANG KAYA ITU MEMANG ANEH



“Ayah, ini orang kaya seleranya aneh aneh banget”, ini adalah komentar seorang anak kepada ayahnya di sore-sore hari ketika mobil mereka menyusul sebuah Maserati berwarna ungu bunglon. Sekilas ungu, sekilas hijau, ngak jelas deh warnanya. Kesan norak nya pasti.

Mobil berharga 9 digit dengan selera warna seperti itu kesannya ngak nyambung, sehingga wajar sang anak berkomentar seperti itu.

Belum selesai sampai di situ, karena tak lama setelah obrolan pendek tersebut sebuah mobil yang lain menyususul mobil mereka yang bermerk Porsche cabriolet berwarna abu-abu monyet. Kali ini warnanya ok, hanya dengan cabriolet open kap, terbuka yang mengendari seorang paruh baya pakai baju kotak-kotak kayak checker flag dan topi baret di miringkan.

Mereka tersentak karena sore itu matahari panas membara, dia buka kap mobil dan bagi orang paruh baya begini jalan ngebut sore-sore matahari terik ngebut lagi.

Sang Ayah lalu berkomentar. "Anak ku gaya hidup hedonis pamer barang mewah memang enak di lakukan orang-orang muda atau selagi muda. Kalau sudah agak tua, atau sudah tua, baru hedonis pamer harta dan materialis di lihatnya nggak enak. Belum lagi nanti ketika pulang naik mobil keren, Porsche cabriolet sampai rumah badannya bau balsem karena masuk angin terus minta kerokan."

Ayah dan Anak itu pun tergelak berdua. Dalam hati, sang ayah minta maaf kepada orang yang merek bicarakan. Dalam hati sang ayah berkata, "Jujur, saya nggak tahan untuk nggak nyeletuk komentar. Bayangin aja, misalnya ada eks pejabat umur 60 tahun, jalan di hari minggu pakai Harley Davidson. Rasanya begitu sampai rumah nggak lama badanya di temple koyo cabe semua".

Itu gumaman sang ayah, kemudian sang anak berkata, "Ah ayah ini..jangan-jangan ayah sirik iri pengen juga kan pake cabriolet pamer-pamer terus di lihat orang, di komentari orang juga khan hahaha. Iya khan yah…" kata sang anak sambil ngakak , ngetawain ayahnya.

"Yah, kita berhenti sebentar ke warung,"

"Mau apa, Nak?" Ayahnya bertanya.

"Beri koyo cabe yah, terus di tulis, iri sirik. Terus taro di jidat ayah supaya ayah sadar rasanya tuh panas banget hahahaha," mereka berduapun tertawa.

"Nggak lah, nak. Ngapain sirikin orang punya cabriolet . Karena punya cabriolet bukan selera ayah. Dan tahu nggak nak, sirik atau iri materi itu jelek-jelek masuk kategori prosperity conscious loh, kesadaran kaya hahaha." Ayahnya membela diri. Dari pada dibilang sirik.

"Yah, selera orang kaya itu aneh aneh banget ya?," anaknya bicara agak serius dan menurunkan nada bicaranya.

Saya menjawab, "Nggak nak, bukan selera mereka aneh. Mereka memang aneh, dari awal mereka memang beda atau aneh. Karena itu mereka kaya. Bukan karena kaya mereka aneh. Mereka aneh karena itu mereka kaya.

Kalau mereka biasa-biasa saja, mereka masuk kelompok orang kebanyakan. Ya jadinya orang biasa saja. Pemikiran nyeleh, out of the box, itu erat hubungan dengan perilaku masa pertumbuhan yaitu umur 1-12 tahun. Masa itu kalau banyak di larang, harus seperti yang lain, mengikuti pemahaman kebanyakan, ya jadi orang kebanyakan.

Ini adalah berita yang tidak menyenangkan ternyata sukses itu karena dua hal, cetakan dari kecil atau keadaan ketika tumbuh kembang.

Ayahnya pun bercerita tentang sahabatnya.

"Seorang anak yatim karena ayahnya pelaut meninggal dirinya dan ibunya sejak usia 2 tahun. Ibunya orang Thailand dan harus hidup keras di Surabaya. Suatu hari, dia dapat beasiswa di sebuah kampus di Surabaya. Dan diapun tinggal di asrama kampus. Dimana setiap malam sang ibu menyelinap masuk tidur dengan nya. Ibunya di kasur, dia tidur beralas tikar dan ketika pagi sang ibu menyelinap pergi berdagang dan sang anak kuliah hingga petang lagi ibunya masuk nyelinap lagi tidur.

Mereka sangat miskin tidak punya apa-apa. Namun, kurang dari 10 tahun kemudian dia merupakan pengusaha yang sukses. Lalu bertanya kepadanya apa resep suksesnya. Diapun berkata dengan lugas.

"Mas, bisa dibayangkan keadaan saya. Setiap malam, melihat ibu berjuang untuk menyambung hidup dan harus menyelinap seperti pencuri hanya untuk tidur malam?

Komentar